Berbagai Persoalan Dapodik Satuan PAUD di Sulbar, BP PAUD Dikmas Sulbar Melakukan Olah Data Dapodik

Dapodik merupakan sistem pendataan skala nasional terpadu yang diluncurkan sejak tahun 2013. Sebagai bagian dari program perencanaan Pendidikan maka Dapodik menjadi sumber data satu-satunya yang digunakan secara nasional oleh pemerintah untuk memberikan berbagai jenis bantuan seperti BOS, BOP, PIP, Kuota Data dan jenis bantuan lainnya.

Untuk menelusuri entitas data sebaran satuan Pendidikan secara nasional dapat dilakukan melalui beberapa instrument data seperti instrument terkait data satuan Pendidikan, instrument data terkait Tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, instrument data peserta didik dan instrument data substansi Pendidikan.

Berdasarkan sebaran data satuan PAUD di provinsi Sulawesi Barat bahwa terdapat 1.695 jumlah lembaga atau satuan PAUD yang memiliki akun Dapodik. Dari total jumlah satuan PAUD tersebut, terdapat 238 (12.70%) lembaga yang tidak melakukan imput data di aplikasi Dapodik.

Temuan data by aplikasi tersebut diatas, membuat staf pengolah data BP PAUD Dikmas Provinsi Sulawesi Barat Saiful, SE.,MM. mencoba mendalami dan mengkaji ulang data tersebut yang nantinya akan menjadi gambaran data yang akan mengungkap berbagai permasalahan yang terjadi di satuan PAUD yang tersebar di provinsi Sulawesi Barat.

Ada 2 permasalahan utama yang telah ditemukan berdasarkan hasil penelusuran data Dapodik. Pertama, banyak satuan PAUD yang tidak melakukan updating data sehingga di aplikasi Dapodik peserta didiknya terbaca null atau kosong. Kedua, data sebaran untuk pemerataan akses satuan PAUD disetiap desa diwilayah provinsi Sulawesi Barat menunjukkan bahwa masih ada 70 desa yang tersebar di wilayah kabupaten atau sekitar 4.13% yang belum tersentuh layanan Pendidikan di jenjang PAUD dengan rincian dapat dilihat dari table berikut:

DAFTAR REKAPITULASI DESA / KELURAHAN YANG BELUM MEMILIKI LEMBAGA PAUD 
DI PROV. SULAWESI BARAT
( TK, KB, SPS DAN TPA) TIDAK TERMASUK RA
No. Kabupaten Kecamatan Desa Kelurahan
1 Pasangkayu 3 4
2 Majene 7 9 1
3 Mamuju Tengah 1 1
4 Polewali Mandar 7 12
5 Mamuju 7 14
6 Mamasa 13 30
Jumlah 38 70 1

Sumber: https://dapo.kemdikbud.go.id

31 Desember 2021

Berdasarkan hasil dugaan sementara bahwa permasalahan diatas dapat disebabkan oleh keterlambatan Operator di satuan PAUD  mengetahui informasi update terkait batas perbaikan data maupun batas imput data sebelum masa cut off dapodik karena persoalan fasilitas jaringan, fasilitas Komputer yang tidak ada bahkan minimnya pengetahuan tentang aplikasi Dapodik itu sendiri.

Tidak hanya itu, berdasarkan survey di beberapa kabupaten bahwa banyak satuan PAUD melimpahkan wewenang operator Dapodik satuan yang semestinya dikelola senidiri oleh operator yang ditunjuk, malah dilimpahkan ke Operator Dinas Pendidikan karena tidak mau repot dengan berbagai persoalan.

Jumlah Kunjungan:916 Jumlah Kunjungan: 4 Jumlah Kunjungan: 261633

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *