Tidak Ada Pembatalan Penerapan Kurikulum Merdeka

Tidak Ada Pembatalan Penerapan Kurikulum MerdekaKepala bgp sulbarbdan Bupati Kab. Mamuju

Penerapan Kurikulum Merdeka berpotensi tinggi meningkatkan kualitas pendidikan Kabupaten Mamuju

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Ristek memastikan tidak ada pembatalan penerapan kurikulum Merdeka pada tahun ajaran 2022/20023. Demikian dinyatakan oleh Erfan Agus Munif, Kepala BGP Sulawesi Barat ketika bertemu dengan Bupati Mamuju H. Sitti Sutinah Suhardi di Kantor Bupati Mamuju. lebih lanjut menurut Erfan, informasi yang sempat beredar di sosial media tentang pembatalan penerapan kurikulum merdeka pada tahun ajaran 2022/2023 adalah informasi palsu alias Hoax. Informasi sebenarnya adalah penerbitan SK baru bagi satuan pendidikan yang mengimplementasikan kurikulum merdeka secara mandiri sebagai hasil refleksi agar sesuai dengan kondisi kesiapan satuan pendidikan masing-masing. SK tersebut dikeluarkan oleh Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan dengan nomor 044/H/KR/2022 tanggal 12 Juli2022.

Lebih lanjut menurut Erfan, mengutip pernyataan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek, Anindito Aditomo, Kurikulum Merdeka menjadi salah satu opsi yang dapat dipilih secara sukarela oleh satuan pendidikan,” dan di Provinsi Sulawesi Barat ada 435 Satuan pendidikan dari PAUD sampai SMA/SMK dan sekolah luar biasa yang menerapkan kurikulum merdeka dalam 3 opsi yakni mandiri belajar sebanya 39, mandiri berubah sebanyak 39 satuan, dan mandiri berbagi sebanyak 1 satuan pendidikan. Sampai saat ini adaption rate untuk akses Platform Merdeka Mengajar dari 79 satuan pendidikan yang mendaftar secara mandiri telah mencapai 100 %.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Kabupaten Mamuju H. Siti Sutinah menyampaikan dukungan terhadap penerapan kurikulum merdeka di satuan pendidikan di kabupaten Mamuju, menurutnya penerapan kurikulum yang mempunyai beberapa keunggulan seperti lebih sederhana, lebih relevan dan merdeka dapat menjadi pemicu peningkatan kualitas pendidikan di kabupaten Mamuju. melalui kurikulum merdeka sekolah bisa menjadi sekolah yang. lebih baik karena bisa lebih inovatif dan kreatif, setiap sekolah bisa menjadi sekolah pilihan, sekolah di pinggiran bisa menjadi sekolah pilihan mengalahkan sekolah di tengah kota.

walau optimis, menurut sutinah, mamuju masih menghadapi persoalan dalam optimalisasi kurikulum merdeka yakni persoalan sumberdaya dan dukungan jaringan. di mamuju masih banyak wilayah yang tidak terjangkau jaringan dan disisi lain masih banyak guru yang belum melek teknologi digital.

Bupati Mamuju Dukung Implememntasi Kurikulum Merdeka untuk Mamuju Keren

Bupati mamuju Sri Sutinah mendukung penerapan kurikulum merdeka di kabupaten Mamuju. pernyataan dukungan ini disampaikan sutinah ketika menerima kunjungan Pimpinan Kemendikbud ristek yakni Kepala Balai Guru Penggerak Sulawesi Erfan Agus Munif di ruang kerja Bupati 21 Juli 2022. dalam pertemuan yang juga dihadiri sekretaris dinas kabupaten Mamuju dan perwakilan Balai penjaminan Mutu pendidikan Sulbar Sekretaris dinas pendidikan, kabid, dan kasi di jajaran dinas pendidikan kabupaten Mamuju, pengawas, perwakilan sekolah sasaran, perwakilan guru penggerak. tersebut dibicarakan berbagai aspek berkaitan dengan penerapan kurikulum merdeka.

dalam sesi tanya jawab bupati menegaskan komitmennya dalam mendukung penerapan kurikulum merdeka bahkan ibu bupati meminta untuk bisa hadir dalam rapat PMO IKM daerah, bupati juga berharap bisa mendapat hak akses untuk memantau dashboard IKM sehingga bisa memantau perkembangan penerapan kurikulum merdeka secara realtime

dalam kesempatan tersebut Bupati meminta semua pemangku kepentingan di Kabupaten Mamuju untuk bisa berkolaborasi dalam penerapan kurikulum merdeka, menurut Bupati, penerapan kurikulum merdeka bisa membuat sekolah punya daya beda, untuk itu sekolah dan guru harus terus berinovasi, inovasi sekolah menjadi modal untuk memajukan pendididikan di kabupaten mamuju

dalam kesempatan tersebut, Kepala balai Guru Penggerak Sulawesi barat Erfan Agus Munif menyampaikan bahwa tingkat adoption rate sekolah sasaran IKM di kabupaten Mamuju sudah sangat baik dan di beberapa sekolah sudah mulau membangun komunitas belajar, namun lebih lanjut menurut erfan ada beberap persoalan dan ini merupakan miskonsepsi tentang kurikulum merdeka.

Menurut erfan masih banyak guru yang menganggap bahwa penerapan kurikulum merdeka hanya bisa dilakukan bila ada dukungan teknologi informasi yang memadai [internet] padahal IKM bisa diakses secara offline sehingga tidak harus ada jaringan internet, juga masih banyak guru/kepala sekolah yang mengharapkan adanya bimbingan teknis padahal Kemendikbud ristek sudah menyiapkan Platform Merdeka Mengajar yang mampu memberikan materi secara menyeluruh tentang kurikulum merdeka bahkan dengan banyak contoh inspiratifnya.

Jumlah Kunjungan:41 Jumlah Kunjungan: 3 Jumlah Kunjungan: 261543

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *